Pada kesempatan kali ini tim redaksi akan berbagi informasi mengenai kegiatan Spirit Injection bersama Dra. Endang Sadbudhy Rahayu, MBA.
Kegiatan Spirit Injection ini masih dalam satu rangkaian dengan kegiatan penyelarasan dan penyusunan kurikulum dengan DUDI yang diadakan di SMK Negeri 3 Metro dari hari Rabu sampai dengan hari Jumat kemarin. Untuk melepas segala lelah dan tekanan yang telah dilalui selama penyelarasan dan penyusunan kurikulum pada hari – hari sebelumnya maka diadakanlah sebuah kegiatan outdoor yang diberi nama Spirit Injection dengan mengusung tema kelas inspirasi dan literasi.
Pada kegiatan tersebut turut hadir Dra. Endang Sadbudhy Rahayu, MBA. selaku narasumber dan segenap Guru, Staff TU serta pegawai SMK Negeri 3 Metro. Kegiatan Spirit Injection dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kiara Payung Kwarcab Metro yang berlokasi di Sumbersari, Metro Selatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan serta permainan yang disampaikan oleh Ibu Suindriyati selaku kepala Sekolah SMK Negeri 3 Metro dan Bapak Rohmat.

Dalam sesi sambutan tersebut Ibu Suindriyati mempersilahkan kepada Bapak Rohmat untuk memberikan sedikit motivasi serta permainan kepada para peserta, mengingat Bapak Rohmat merupakan salah satu guru SMK Negeri 3 Metro yang memiliki pengalaman lebih khususnya dibidang kepramukaan.
Pada sesi tersebut bapak Rohmat memberikan sebuah motivasi mengenai manfaat dan pentingnya rasa percaya diri serta fokus pada tujuan. Beliau mengambarkan dengan jari telunjuk beliau, beliau mengatakan bahwa bukan tidak mungkin bahwa jari telunjuk ini mampu untuk mematahkan sebuah balok atau papan. Bagaimana caranya? Salah satunya caranya adalah dengan fokus dan percaya diri. Namun sayang, beliau tidak meperagakanya didepan para peserta, mengingat bahwa itu hanyalah ilustrasi atau gambaran saja.
Setelah sesi sambutan tersebut, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Endang.

Materi yang disampaikan oleh beliau pada kesempatan kali ini yaitu tentang Literasi. Sesuai dengan tema yang diusung pada kesempatan kali ini yaitu kelas inspirasi dan literasi. Dalam sesi pemaparan materi tersebut beliau menjelaskan mengenai apa itu literasi, tujuan serta manfaat dan literasi serta indikator – indikator literasi sekolah yaitu diantaranya adanya perpustakaan dan sudut baca, adanya keteladanan literat untuk para peserta didik serta adanya penghargaan untuk perilaku literat.
Selain itu beliau juga menjelasakan mengenai keterampilan abad 21, yang diantaranya terdiri dari 3 komponen utama yaitu yang pertama kualitas karakter yang meliputi religius, mandirim goto royong dan sebagainya. Lalu yang kedua adalah literasi yang meliputi baca tulis, sains, digital dan sebagainya. Dan yang ketiga adalah kompetensi yang meliputi berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan sebagainya.
Beliau menegasakan bahwa literasi tidak hanya sebatas pada duduk diam lalu membaca atau menulis, namun banyak sekali kegiatan – kegiatan yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan budaya literasi salah satu metode yang dapat digunakan yaitu dengan permainan.
Ibu Endang membagi para peserta kedalam beberapa kelompok berdasarkan warna kertas yang diperoleh masing – masing peserta. Satu kelompok terdiri dari 6 sampai dengan 8 peserta. Tugas pertama yang diberikan oleh Ibu Endang yaitu, masing – masing kelompok harus membuat identitas kelompok seperti yel – yel dan sebagainya serta berfoto bersama (selfie).



Game yang pertama yaitu game mencari barang. Jadi masing – masing kelompok akan menerima sebuah list atau daftar barang – barang yang harus dicari, setidaknya terdapat 50 list barang yaitu diantaranya seperti botol kaca, uang logam, ranting pohon berbentuk Y, bungkus permen berwarna pink dan masih banyak lagi. Waktu yang diberikan yaitu kurang lebih 30 menit.



Waktu habis!. Masing – masing kelompok mengumpulkan barang hasil temuanya kedepan. Perolehan tiap kelompok pun beragam ada yang hampir menemukan semua dan adapula yang hanya berhasil menemukan setengah dari total barang yang ada didalam list. Adapun tujuan dari game ini adalah untuk melatih kolaborasi, rasa tanggung jawab, komunikasi, bekerjasama dan masih banyak lagi yang lainya.
Game yang kedua adalah mengikat tali ke pergelangan tangan. Jadi para peserta diberikan seutas tali yang nantinya mereka harus mengikatkan tali itu ke pergelangan tangan, dan ada satu aturan main yang tidak boleh dilanggar yaitu dilarang meminta tolong pada peserta lain. Ibu Endang mengatakan bahwa ini adalah game yang menuntut high thinking skill. Waktu yang diberikan kurang lebih 2 sampai dengan 3 menit.


Waktu habis! Dan hasilnya? Ternyata tidak semua bisa mengikatkan tali tersebut ke pergelangan tangan, ada yang menggerutu, ada yang masih berusaha keras namun ada juga yang berhasil bahkan kurang dari 1 menit. Lalu Bu Endang bertanya, mengapa kok tidak memberi pertolongan kepada yang lain?
Disinilah letak pembelajaranya. Peraturanya memang mengatakan bahwa ikatkan tali tersebut ke pergelangan tangan. Namun tidak ditentukan pegelangan tangan siapa, apakah pergelangan tangan kita kah atau pergelangan tangan peserta lain. Dan yang kedua, dilarang meminta tolong pada peserta lain. Namun tidak ada peraturan yang melarang untuk memberi pertolongan kepada peserta lain.
Adapun pembelajaran yang dapat diambil dari game ini adalah kepedulian, tidak mudah mengeluh dan berusaha memberikan yang terbaik.
Game yang ketiga yaitu membuat kubus dari kertas origami. Jadi para peserta akan diberikan sebuah model kubus yang telah berhasil dibuat dari kertas origami, tugas masing – masing kelompok adalah membuat kubus yang serupa bentuknya dari kertas origami yang diberikan. Tiap kelompok diberikan 1 pack kertas origami dan diberikan waktu kurang lebih 30 menit untuk membuat kubus dari kertas – kertas tersebut.



Waktu habis! dan hasilnya, tiap kelompok dapat membuat model kubu seperti yang dicontohkan namun ternyata tiap kelompok memiliki jumlah kubus yang berbeda. Ada kelompok yang bisa membuat lebih dari 10 kotak kubus, ada yang 5 bahkan ada yang kurang dari 5.
Adapun pelajaran yang dapat diambil dari game ini adalah ketelitian, berani mengambil resiko, bertanggung jawab dan juga mengasah keterampilan.
Game yang keempat yaitu grafik organizer. Jadi para peserta nantinya akan diberi tugas untuk mengkonsep sebuah materi pembelajaran berdasarkan kompetensinya masing – masing kedalam sebuah bentuk grafik, contohnya seperti mindmap dan sebagainya namun peraturanya adala bentuk dari grafik konsep tiap – tiap peserta tidak boleh sama.


Adapun pembelajaran dari game ini adalah, pentingnya menyajikan suatu pembelajaran yang menarik dan mudah difahami namun tanpa mengurangi isi dari materi itu sendiri secara keseluruhan.
Game yang kelima yaitu permainan kata – kata. Jadi para peserta akan ditugaskan untuk mencari kata yang memiliki ahiran – ahiran tertentu seperti ing, ang, tik dan sebagainya. Waktu yang diberikan adalah 1 menit. Kata – kata tersebut ditulis di kertas yang telah disediakan oleh pihak panitia.


Waktu habis! dan hasilnya, beragam. Ada yang berhasil menemukan lebih dari 15 kata ada yang berhasil menemukan lebih dari 10 kata dan seterusnya. Tugas berikutnya adalah membuat sebuah kalimat yang saling berkaitan namun mengunakan kata – kata yang telah ditemukan tersebut.
Game ini mengajarkan kepada para peserta bahwa semua peserta kegiatan sebenarnya mampu membuat suatu karya tulis. Hanya, ada atau tidak keinginan itu.
Kegiatan diahir dengan berfoto bersama, serta bersuka ria mengisi ahir pekan sembari melepas penat dibumi perkemahan.


